Laut Tengah, Juli 2025 — Ketegangan kembali meningkat di perairan Laut Tengah setelah belasan drone terpantau terbang rendah di atas kapal bantuan kemanusiaan Handala yang sedang dalam pelayaran menuju Jalur Gaza. Kapal tersebut membawa berbagai kebutuhan pokok seperti obat-obatan, makanan, dan perlengkapan medis bagi warga Palestina yang tengah mengalami krisis kemanusiaan berkepanjangan akibat blokade dan konflik yang masih berlangsung.
Menurut para relawan di atas kapal, insiden tersebut terjadi saat Handala mulai memasuki zona perairan yang sering dianggap sensitif oleh otoritas militer Israel. Drone-drone tak dikenal itu terbang rendah dan berputar-putar di sekitar kapal selama hampir satu jam. Suara dengungan mesin serta intensitas terbang yang dekat ke permukaan laut menimbulkan kekhawatiran di antara kru dan relawan internasional yang berada di atas kapal.
Salah satu relawan mengatakan bahwa mereka sempat menghentikan aktivitas logistik sejenak untuk memastikan keselamatan semua orang. “Kami khawatir akan ada penembakan atau tindakan penghadangan. Tapi sejauh ini, belum ada serangan fisik. Namun keberadaan drone jelas membuat kami terintimidasi,” ujarnya.
Kapal Handala merupakan bagian dari konvoi sipil yang digagas oleh berbagai organisasi kemanusiaan dari Eropa dan Timur Tengah. Misinya adalah menembus blokade maritim yang telah lama diberlakukan terhadap Gaza, dengan membawa bantuan secara langsung kepada warga sipil di sana. Konvoi ini juga membawa pesan simbolik solidaritas dari masyarakat internasional kepada rakyat Palestina.
Sementara itu, berbagai pihak menyerukan agar tidak ada tindakan kekerasan terhadap misi kemanusiaan ini. “Ini bukan misi militer. Ini adalah misi kemanusiaan yang membawa harapan dan bantuan nyata untuk orang-orang yang sangat membutuhkan,” ujar salah satu juru bicara organisasi penyelenggara.
Keberadaan drone-drone tersebut memicu kekhawatiran akan kemungkinan penyergapan atau pencegatan oleh angkatan laut Israel, seperti yang pernah terjadi pada misi-misi kemanusiaan serupa di masa lalu. Meski begitu, hingga saat ini, Handala masih terus melanjutkan perjalanannya dengan kewaspadaan tinggi, dan para relawan menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan misi meski menghadapi risiko.
Situasi ini menyoroti kembali kompleksitas konflik di Gaza, serta tantangan yang dihadapi oleh para pekerja kemanusiaan yang mencoba memberikan bantuan di wilayah yang diblokade. Dunia internasional kini memantau perkembangan situasi tersebut dengan seksama, berharap agar keselamatan para relawan tetap terjaga dan bantuan kemanusiaan dapat tiba tanpa hambatan.
Sumber – DuniaFantasi.ID