Bank Indonesia (BI) berencana mengimplementasikan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di China pada akhir 2025. Langkah ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kerja sama ekonomi dan keuangan antara Indonesia dan China.
Dengan adanya QRIS di China, diharapkan transaksi lintas negara antara kedua negara akan menjadi lebih mudah dan efisien. Ini juga membuka peluang baru bagi bisnis Indonesia untuk memperluas jangkauannya ke pasar China.
Poin Kunci
- Implementasi QRIS di China direncanakan pada akhir 2025.
- QRIS akan memudahkan transaksi lintas negara antara Indonesia dan China.
- Kerja sama ekonomi dan keuangan antara Indonesia dan China akan meningkat.
- Bisnis Indonesia memiliki peluang baru untuk memperluas pasar.
- Transaksi pembayaran digital antar negara akan menjadi lebih lancar dan aman.
BI targetkan QRIS bisa digunakan di China pada akhir2025
Bank Indonesia (BI) berencana memperluas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) hingga ke China pada akhir 2025. Langkah ini merupakan bagian dari upaya BI untuk meningkatkan integrasi ekonomi antara Indonesia dan China melalui fasilitasi transaksi pembayaran digital.
Latar Belakang Inisiatif QRIS
QRIS adalah standar kode QR untuk transaksi pembayaran yang dikembangkan oleh BI. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan sistem pembayaran digital yang efisien dan standar di Indonesia. Dengan QRIS, transaksi pembayaran menjadi lebih mudah, cepat, dan aman.
Penggunaan QRIS di Indonesia telah menunjukkan hasil positif dengan meningkatnya transaksi pembayaran digital. Oleh karena itu, BI berencana memperluas QRIS ke pasar internasional, termasuk China, untuk meningkatkan kerja sama bilateral dan integrasi ekonomi.
Target dan Jadwal Implementasi
BI menargetkan implementasi QRIS di China pada akhir 2025. Untuk mencapai target ini, BI telah melakukan beberapa langkah strategis, termasuk kerja sama dengan otoritas moneter China dan pelaksanaan uji coba implementasi QRIS.
Berikut adalah tabel yang menunjukkan jadwal implementasi QRIS di China:
Tahap | Jadwal | Keterangan |
Kerja sama dengan otoritas moneter China | 2024 | Penandatanganan MoU dan pembentukan tim kerja sama |
Uji coba implementasi QRIS | Pertengahan 2025 | Pelaksanaan uji coba di beberapa merchant di China |
Implementasi penuh | Akhir 2025 | QRIS dapat digunakan secara luas di China |
Dengan implementasi QRIS di China, BI berharap dapat meningkatkan transaksi pembayaran digital antara Indonesia dan China, sehingga meningkatkan integrasi ekonomi antara kedua negara.
Manfaat dan Tantangan Ekspansi QRIS ke China
Ekspansi QRIS ke China menawarkan berbagai keuntungan bagi Indonesia. Dengan semakin meningkatnya kerja sama ekonomi antara Indonesia dan China, ekspansi ini dapat memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara.
Keuntungan bagi Wisatawan dan Pebisnis Indonesia
Dengan QRIS yang dapat digunakan di China, wisatawan dan pebisnis Indonesia dapat melakukan transaksi pembayaran digital dengan lebih mudah dan aman saat berada di China. Hal ini tentunya dapat meningkatkan kenyamanan dan efisiensi dalam bertransaksi.
Selain itu, ekspansi QRIS ke China juga dapat meningkatkan penggunaan QRIS di kalangan masyarakat Indonesia yang melakukan perjalanan atau berbelanja online di China.
Potensi Peningkatan Transaksi Lintas Negara
Ekspansi QRIS ke China berpotensi meningkatkan transaksi lintas negara antara Indonesia dan China. Dengan adanya QRIS di China, transaksi perdagangan dan pariwisata antara kedua negara dapat semakin meningkat.
Transaksi lintas negara yang meningkat dapat membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia.
Aspek | Manfaat | Tantangan |
Transaksi Lintas Negara | Meningkatkan perdagangan dan pariwisata | Regulasi dan keamanan transaksi |
Penggunaan QRIS | Meningkatkan efisiensi dan kenyamanan | Integrasi sistem pembayaran |
Tantangan Teknis dan Regulasi
Bank Indonesia perlu bekerja sama dengan otoritas moneter China untuk mengatasi tantangan teknis dan regulasi yang terkait dengan ekspansi QRIS ke China.
Tantangan teknis meliputi integrasi sistem pembayaran QRIS dengan sistem pembayaran yang ada di China, sementara tantangan regulasi terkait dengan peraturan yang berlaku di China.
Kesimpulan
Bank Indonesia menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan integrasi ekonomi dan keuangan regional dengan rencana implementasi QRIS di China pada akhir 2025. Ekspansi QRIS ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi wisatawan dan pebisnis dari kedua negara.
Dengan ekspansi QRIS ke China, transaksi lintas negara diproyeksikan meningkat, membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi bilateral antara Indonesia dan China. Meskipun ada tantangan teknis dan regulasi yang perlu diatasi, potensi keuntungan dari inisiatif ini sangat besar.
Implementasi QRIS di China merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kerja sama bilateral antara kedua negara, serta memperkuat posisi Indonesia dalam perekonomian regional.